5 Penyakit Pencernaan Anak yang Wajib Bunda Ketahui
Anak-anak, khususnya yang belum bisa berbicara, umumnya mengekspresikan diri mereka dengan menangis dan tertawa. Begitu juga pada saat terserang penyakit pencernaan anak, beberapa di antaranya hanya bisa menangis. Nah, di sini akan kami coba jelaskan jenis-jenis permasalahannya.
Maka dari itu, bunda harus bisa peka terhadap beberapa masalah pencernaan berikut:
1. Kolik
Si kecil yang menangis hingga 3 jam tanpa henti, bisa menjadi salah satu tanda kolik. Kondisi tersebut dapat menyebabkan mereka menangis secara berlebihan. Bahkan, mereka bisa menangis 3 jam sehari dalam satu minggu. Sebaiknya periksakan ke dokter jika mengalami hal tersebut.
2. Diare
Masalah pencernaan ini paling umum terjadi. Penyebabnya pun cukup beragam. Diare bisa diakibatkan oleh makanan semi padat hingga oleh produk susu yang dia minum. Itulah kenapa, bunda harus bisa memilih susu yang tepat, salah satunya seperti Lactogrow. Hindari juga makanan-makanan seperti buah-buahan terlebih dahulu saat diare.
3. Sembelit
Sembelit atau susah buang air besar adalah kondisi yang juga umum dialami oleh anak-anak. Penyebabnya pun cukup beragam. Namun, yang paling umum terjadi pada anak-anak adalah pemberian makanan pendamping ASI (MPASI. Atau, bisa juga karena kondisi medis tertentu, hingga dehidrasi.
4. Gumoh
Kondisi ini dianggap normal bagi anak-anak yang masih bayi. Biasanya kondisi ini akibat kerongkongan si kecil yang belum berkembang secara sempurna. Namun, pada usia 6 bulan, kondisi ini sudah jarang terjadi pada si kecil. Selama terjadi tidak berlebihan, gumoh adalah kondisi yang tidak mengkhawatirkan pada bayi.
5. Perut Kembung
Ada banyak penyebab perut kembung pada anak-anak. Kondisi ini bisa mengakibatkan si kecil menangis dan rewel. Selain itu, perut kembung juga bisa mengakibatkan sendawa yang sering dan juga kentut. Biasanya, perut kembung pada anak diakibatkan oleh cara makan dan minum. Selain itu, menghisap botol dot kosong juga bisa menjadi salah satunya.
Itulah 5 penyakit pencernaan anak yang umum terjadi. Dengan mengenalinya, kini Anda bisa mencoba mengatasinya sendiri. Beberapa kasus mungkin akan memerlukan tenaga medis seperti dokter. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda.


0 komentar:
Posting Komentar